Pertumbuhan Ekonomi di Kawasan Asia Tenggara selama 20 Tahun Terakhir


Ekonomi Digital RI Diprediksi Tumbuh 8 Kali Lipat pada 2030


Pertumbuhan ekonomi merupakan sebuah struktur yang tersusun dari banyak variabel dan kegiatan ekonomi yang saling mengisi. Negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, hingga negeri-negeri di Teluk Arab dan seluruh bagian Asia berupaya mencari formula yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya ditengah banyaknya variabel yang dapat berdampak pada fluktuasi perekonomian mereka.

            Tiap-tiap negara memiliki topologi perekonomian yang berbeda, ada negara yang tumbuh dari ekspor dan impor, ada pula yang rentan dengan tingkat suku bunga, pun juga dengan tingkat ketenagakerjaan. Bagi negara-negara di wilayah Asia Selatan, ekspor dan investasi menjadi suplemen yang efektif bagi pertumbuhan ekonomi mereka, sementara di beberapa negara di Asia Tenggara seperti Thailand dan Malaysia tingkat investasi dan ekspor memiliki pengaruh yang berbeda, bagi Thailand hal tersebut tidak begitu berpengaruh bagi perekonomian mereka   (Miankhel et al, 2009). Studi di Kepulauan Riau menemukan fakta bahwa secara parsial impor dan ekspor berdampak negatif terhadap perekonomian, sedangkan investasi memiliki pengaruh positif  (Kartikasari, 2017). Roșoiu dan Roșoiu (2014) pada riset yang mereka lakukan di Amerika menyimpulkan bahwa Amerika Serikat sedang berjibaku dengan tingkat pengangguran terhadap pertumbuhan ekonominya, temuan yang sama yang disampaikan oleh Okur (2018) pada penelitannya di Eropa., namun bertentangan dengan dengan Al-Habees dan  Abu Rumman (2012) pada penelitannya di negeri-negeri Arab yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran tidak terdapat pengaruh yang signifikan. Sebagian negara-negara tersebut menopang ekonominya dengan sektor riil, seperti tingkat impor, ekspor dan tingkat tenaga kerja produktifnya, ada pula negara-negara yang lain yang perekonomiannya sensitif terhadap fluktuasi kegiatan moneter di negara tersebut, seperti tingkat suku bunga pinjaman dan inflasi. Nigeria contohnya, yang mana pertumbuhan ekonominya dipengaruhi oleh tingkat suku bunga kredit di negara tersebut (Udoka dan Roland, 2012), juga Italia dan Austria yang ekonominya dipengaruhi oleh tingkat inflasi di negara tersebut (Švigir dan Miloš, 2017)

a. Pertumbuhan Ekonomi

Hukum Okun

            Okun ( 1962) pada studinya di Amerika Serikat mengemukakan relasi yang terbailik antara tingkat pengangguran dan pertumbuhan ekonomi, berdasarkan pada partisipasi tenaga kerja, durasi kerja, dan produktifvitas (Holmes and Silverstone, 2006). Tingkat pengangguran berkurang ketika perekonomian mengalami pertumbuhan dan sebaliknya, tingkat pengangguran naik ketika perekonomian mengalami krisis.           

Keynes Teori

            Pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh suku bunga pinjaman, demikian yang temuan dari banyak penelitia seperti, Sambiri (2014), Roland dan Udoka (2012), dan Akinwale (2018). Fenomena tersebut ternyata muncul dari aktivitas moneter pada permintaan dan penawaran uang terhadap kebutuhan modal produktif, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Hukum Keynes (Roland dan Udoka, 2012) yang lalu memunculkan bunga sebagai kompensasi atas uang yang telah diinvestasikan (Sambiri, 2014). Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi dalam pandangan Keynes adalah sebab dari interaksi permintaan dan penawaran uang yang lalu memunculkan bunga sebagai ekses dari permintaan atas penawaran, bunga inilah yang mendorogn inflasi dan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara makro.

b. Tingkat Suku Bunga Pinjaman

            Pengaruh tingkat suku bunga pinjaman serta dampaknya terhadap perekonomian makro jarang mendapatkan perhatian, sebagaimana penelitan Sambiri (2014) mengenai dampak dari liberalisasi suku bunga pinjaman di Kenya, temuannya adalah bahwa fluktuasi suku bunga pinjaman memiliki indikasi berdampak pada tingkat inflasi dan defisit anggaran di negara tersebut. Roland dan Udoka (2012) dan Akinwale (2018) menemukan jika suku bunga pinjaman memberikan efek negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di negaranya, Nigeria.

c. Tingkat Inflasi

            Sering terjadi perdebatan mengenai relasi antara inflasi dan pertumbuhan ekonomi, variabel manakan yang berperan sebagai dependen dan yang manakah sebagai independen. Datta dan Mukhopadhyay (2011) mengemukakan bahwa dalam jangka pendek inflasi yang akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, namun dalam jangka panjang pertumbuhan ekonomilah yang akan memicu inflasi. Sejalan dengan Datta dan Mukhopadhyay (2011), Švigir dan Miloš (2017) mengemukakan jika dalam jangka panjang inflasi bukanlah hal yang berperan banyak bagi pertumbuhan ekonomi.

d. Tingkat Investasi   

Prakkasi (2016) menjelaskan investasi sebagai pertambahan nilai pada persediaan modal  fisik, melalui pembangunan properti,  pemasangan mesin, pengembangan pabrik,  serta penambahan persediaan  barang. Para sarjana telah memetakan relasi antara investasi dan pertumbuhan ekonomi, Solow (1956) contohnya, sebagaimana yang telah dikutip oleh Li (1998) menyatakan bahwa investasi yang mendorong produktivitas buruh secara dinamis akan akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Hasil riset tersebut dibenarkan oleh Roux dan Moyo (2018) dan Miankhel (2009) yang menyatakan bahwa dalam jangka panjang investasi akan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, Seperti Roux dan Moyo (2018), Miankhel (2009) dan Solow (1956) demikian pula dengan hasil riset Anwer dan Sampath (1999) yang menyatakan hal yang sama.

e. Tingkat Impor dan Ekspor

            Impor merupakan aktivitas perdagangan antar negara yang ditujukan untuk membeli barang dari luar wilayah negara. Isu tentang impor dan kaitannya dengan perekonomian sering diangkat dalam      diskusi, khususnya ketika menyentuh ranah publik. Bakari dan Mabrouki (2017) dalam penelitiannya di Panama menemukan bahwa secara parsial ekspor dan impor tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perekonomian. Kartiksari (2017) mengemukakan pendapatnya bahwa Ekspor dan impor secara parsial berdampak negatif terhadap peertumbuhan ekonomi di kepulauan Riau.

f. Tingkat Pengangguran

            Pengangguran sering dikaitkan sebagai penyebab melambatnya laju pertumbuhan ekonomi. Stephen (2012), Ahmad et al (2011) di Nigeria menyatakan bahwa tingkat pengagguran memberikan sumbangsih sebesar 65.5 persen pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi, demikian pula dengan temuan Roșoiu dan Roșoiu (2014) di Amerika dan Okur (2018), sekalipun Al-Habees dan  Abu Rumman (2012) pada penelitannya di negara-negara Arab menyatakan hal yang berbeda, pengangguran tetap dianggap sebagai biang keladi melambatnya pertumbuhan ekonomi.

Hasil pengujian teori terbaru ditemukan, bahwa pengaruh variabel suku bunga kredit terhadap pertumbuhan ekonomi nyatanya tidak sejalan dengan temuan Sambiri (2014), Roland dan Udoka (2012), dan Akinwale (2018) yang secara konsisten menyataka bahwa suku bunga kredit berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi, pada penelitian ini temuan menyatakan bahwa suku bunga kredit memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Mengenai variabel inflasi hasil temuan Švigir dan Miloš (2017) dan Datta dan Mukhopadhyay (2011) yang menyatakan bahwa inflasi berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi relatif konsisten dalam penelitian ini yang menyatakan hal yang sama. Sebagaimana penaruh variabel inflasi yang konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya, demikian pula variabel investasi yang juga secara signifikan pengaruhnya positif terhadap pertumbuhan ekonomi, hal ini sejalan dengan temuan Roux dan Moyo (2018), Miankhel (2009), dan Awer dan Sampath (1999).

Jika Stephen (2012), Ahmad et al (2011), Roșoiu dan Roșoiu (2014), dan Okur (2018) mengemukakan bahwa pengangguran menghambat laju pertumbuhan ekonomi, fenomena di asia tenggara selama dua puluh tahun terkahir menyampaikan hal yang berbeda. Pengangguran sekalipun berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi, pengaruh tersebut tidak signifikan hal ini sejalan dengan temuan Al-Habees dan  Abu Rumman (2012) yang menemukan hal yang serupa. Sementara itu secara hasil temuan yang berbeda dari riset sebelumnya juga tampak dari variabel ekspor dan impor yang menyatakan hasil yang berbeda dari Bakari dan Mabrouki (2017) dan Kartikasari (2017) tentang pengaruh ekspor dan impor terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dari diagram tersebut di atas dapat dilihat bahwa penurunan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang diwakili oleh GDP berjalan seiring dengan kenaikan dan penurunan keseluruhan variabel-variabel yang lain secara bersamaaan. Ketka variabel pengangguran, suku bunga pinjamanan, investasi, inflasi, impor dan ekspor menurun bersama-sama pada periode tahun 1998 maka pertumbuhan ekonomi di tahun tersebut juga mengalami penurunan. Demikian pula ketika ada lonjakan pada periode setelahnya di tahun 1999-2000, pertumbuhan ekonomi secara umum juga mengalami peningkatan. Dapat dilihat pula pada diagram tersebut, yang mana variabel suku bunga pinjaman yang relatif landai menunjukkan bahwa dalam jangka panjang suku bunga pinjaman relatif tidak mengalami perubahan yang signifikan, demikian pula dalam pengaruhnya terhadap perekonomian di kawasan Asia Tenggara, lain halnya dengan variabel impor, ekspor, dan inflasi yang memiliki fluktuatif selama periode yang sama menjadi sebab pertumbuhan ekonomi pergerakan di sepanjang tahun 1997-2017. Hal ini konsisten dengan temuan pada uji t yang menyatakan bahwa  impor, ekspor, dan inflasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Untuk variabel inflasi yang dinyatakan mempunyai pengaruh negatif, ditunjukkan arah berlawanan pada gambar.

Daftar Pustaka:

Ahmed A. (2011). “Financial Structure and economic growth link in African countries: a  panel co-integration analysis” Journal of Economic Studies 38(3),331-357.

Al-Habees, M. A., & Rumman, M. A. 2012. The relationship between unemployment and economic growth in Jordan and some Arab countries. World Applied Sciences    Journal, 18(5), 673-680.

Anwer, M. S., & Sampath, R. K. 1999. Investment and economic growth (No. 1840-2016 152256).

Bakari, Sayef.  Mabrouki, Mohamed. 2017. Impact Of Exports And Imports On Economic           Growth: New Evidence From Panama. Journal Of Smart Economic Growth.  ISSN: 2537-141X   Volume 2, Number 1, Year 2017.

Datta, Kanchan. Mukhopadhyay, Chandan Kumar. 2011. Relationship between Inflation and       Economic Growth in Malaysia – An Econometric Review. 2011 International  Conference on Economics and Finance Research IPEDR vol.4 (2011) © (2011)         IACSIT Press, Singapore.

Stephen G.  (2012),  “Reassessing  the  impact of  finance on  growth”, Bank  for  International Settlements working paper, No. 381.

Holmes, M.  J., &  Silverstone,  B.  (2006). Okun’s  law,  asymmetries  and  jobless recoveries  in  the United  States: A Markov-switching approach. Economics Letters,   92(2), 293-299.  https://doi.org/10.1016/j.econlet.2006.03.006.

Kartikasari, Dwi. 2017. The Effect of Export, Import and Investment to Economic Growth of      Riau Islands Indonesia. International Journal of Economics and Financial Issues ISSN: 2146-4138.

Miankhel, Adil Khan. Thangavelu, Shandre Mugan. 2009. Foreign Direct Investment,       Exports, and Economic Growth in Selected Emerging Countries: Multivariate VAR        Analysis. Department of Economics National University of Singapore.

Okun, A. M. (1963). Potential GNP: its measurement and significance (pp. 98-103). Yale  University, Cowles Foundation for Research in Economics. 

Prakkasi, Idris. 2016. “Analisis Dampak Suku Bunga Terhadap Pertumbuhan Sektor          RiilDan Sektor Investasi Dalam  Perspektif  Syariah Di KotaMakassar.” Jurnal       Penelitian Humano. Vol. 7 No. 2 November 2016.

Roșoiu, Iulia . Roșoiu, Andreea. 2014. The Relation between Unemployment Rate and     Economic Growth in USA. International Journal of Economic Practices and Theories,      Vol. 4, No. 2, 2014, Special issue on Marketing and Business Development, e-ISSN         2247–7225.

Roux, Pierre le. Moyo, Clement. 2019. Interest rate reforms and economic growth: the      savings and investment channel. Munich Personal RePEc Archive no; 85297.

Sambiri, Mudaki John. Otieno, Ojala Daphen. 2014. Lending Rates and its impact on        Economic Growth in Kenya.  Journal of Economics and Sustainable Development           ISSN 2222-1700 (Paper) ISSN 2222-2855 (Online) Vol.5, No.19, 2014.

S.O, Akinwale. 2018. Bank Lending Rate and Economic Growth: Evidence from  Nigeria.International Journal of Academic Research in Economic and       Management   Sciences. ISSN: 2226-3624.

Stephen, B. A. 2012. Stabilization policy, Unemployment Crises and Economic Growth in            Nigeria. Universal Journal of Management and Social Sciences, 2(4), 55-63

Švigir , Mario. Miloš, Josipa. 2017. Relationship Between Inflation and Economic Growth ; Comparative Experience of  Italy and Austria. Journal FIP Volume 5.      Number 2. 2017.

Udoka, Chris O. Roland, Anyingang. 2012. The Effect of Interest Rate Fluctuation on the           Economic Growth of Nigeria, 1970-2010. International Journal of Business and          Social Science Vol. 3 No. 20.

Leave a comment