Ketika menikmati suatu karya, seperti musik, karya tulis, lukisan, tari, atau film tak jarang sebagian dari kita berkomentar seperti ini
“Aku sih sukanya horor/ thriller, lebih seru.”
“Enakan metal sama rock tahu, hentakannya progresif.”
“Moodnya baca yang ringan-ringan aja deh. Romans kayanya asik.”
“Aku sih lebih suka ketoprak ya daripada monolog.”
Nah… Horor, Thriller, Drama, Romans, Fiksi, Ilmiah, Komedi, Tradisional/ Modern, Pop, Jazz, Dangdut, itu semua adalah Genre yaitu ragam atau pembagian atas suatu bentuk karya seni dan tutur tertentu berdasarkan kriteria yang kahs pada bentuk karya seni tersebut. Musik yang dimainkan dengan instrumen-interumen tradisional dan harmoni nada yang entik lekat dengan sebutan musik tradisional, sedangkan musik dengan instrumen modern dan harmoni nada yang terstruktur bisa disebut sebagai musik modern, yang nantinya dibagi-bagi lagi berdasarkan progresifitas dan corak langgamnya, kita mengenal ada rock, pop, jazz, blues, dan lain sebaginya. Seperti halnya musik, demikian pula dengan karya tulis. Tulisan-tulisan yang bertutur dengan gaya bahasa deskriptif, lugas, dan terstruktur seringkali jadi ciri untuk genre tulisan non-fiksi (ilmiah), sedangkan karya tulis yang naratif, kaya dengan interpretasi, dialogis lekat dengan karya tulis fiksi. Karya-karya fiksi dan non-fiksi inipun terbagi lagi dalam beberapa katengori berdasarkan gaya bertuturnya, sudut pandang penulis, dan paradigma (fundamental filosofis). Beberapa ulasan singkat mengenai genre tulisan, adalah sebagai berikut;
A. Non Fiksi
Non-fiksi adalah klasifikasi untuk setiap karya informatif yang mana si penulis dengan itikad baik bertanggung jawab atas kebenaran atau validitas dari peristiwa, orang, dan/atau informasi yang disajikan. Tulisan-tulisan non-fiksi seringkali disertai dengan data-data objektif dan metode-metode validasi informasi yang dapat mendukung kredibilitas tulisan sekaligus menjadi landasan penulisan karya tersebut. Beberapa contoh tulisan non fiksi adalah;
- Esai
- Artikel Ilmiah
- Tesis/ Skripsi
- Buku Ajar
- Laporan Hasil Penelitian
- Jurnalisme

B. Fiksi
Fiksi berdiri pada sudut pandang yang berbeda, jika non-fiksi condong kepada keakuratan informasi, objektifitas, dan efektifitas pesan, tulisan fiksi lebih condong kepada estetika, makna yang multiperspektfif, imajinatif, dan menekankan kepada narasi dibandingkan pesan tulisan itu sendiri. Sebagaimana non-fiksi yang memiliki banyak ragam/ genre tulisan, demikian pula dengan karya fiksi, berikut diantaranya;
1. Sci-fi
adalah science (sains, iptek) dan fiction (fiksi). Pada genre sci-fi, dunia yang dibangun adalah dunia dengan konsep teknologi dan sains ilmiah yang belum tentu ada di dunia nyata. Sci-Fi mengajak pembacanya berkelana dengan ‘ilmu pengetahuan’ yang imajinatif. Genre Sci-fi dilihat dari kisah-kisahnya yang berlatar teknologi: cyberpunk, steampunk, mesin waktu, teleportasi, rekayasa genetika, atau cerita lintas galaksi.
contoh sci-fi : Startrek, Matrix, Marvel Universe
2. Horor
adalah jenis genre yang cerita dan plotnya dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat membawakan rasa ngeri pada pembaca/penonton. Horor bisa berisi tentang makhluk-makhluk halus yang suka meneror, tapi bisa juga berisi tentang pembunuh berantai yang memberikan kesan ngeri. Namun yang perlu diperhatikan, tidak semua cerita yang memiliki setan di dalamnya, dapat termasuk dalam genre horor. Sebuah cerita dapat dikategorikan ke dalam Horor jika cerita tersebut mampu memberikan kesan “ngeri” dan “teror” bagi pembaca.
contoh : the ring, saw, final destination, drag me to hell
3. Fantasi
adalah genre yang dengan plot utama cerita membawa unsur magis dan supernatural, berkecimpung dalam dunia yang serba surealis namun sebenarnya sangat logis. Cerita fantasi membawa kita ke dalam dunia yang hiperbolik, namun terasa seolah nyata dan dekat dengan realitas kita. Cerita fantasi mencampur adukkan dunia imajinatif dengan dunia nyata
contoh : lord of the ring, Darren Shan, harry potter, enchanted, cerita-cerita mitologi,
4. Romance
adalah genre yang mengangkat kehidupan sehari-hari. di dalam romance ada unsur keseharian yang belakangan ini disebut slice of life. Romance memiliki ciri khas dimana diksi-diksi yang tertulis di dalamnya terbaca begitu puitis dan romantis sehingga mampu menciptakan suasana heart-warming yang membuat pembacanya dapat menikmati keindahannya. Romance mengangkat hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, hal-hal yang mendasar bagi kehidupan kita.
Contoh : Ayat-ayat cinta, Biarkan kereta itu berlalu, Karmila, Tenggelamnya Kapal Van der Vick

5. Humor
adalah genre yang menitiberatkan pada unsur komedi dan parodi. Humor lebih menekankan pada unsur kelucuan dan memiliki tujuan utama untuk membuat pembaca menjadi tertawa dan terhibur. Humor sangat lekat dengan premis-premis logika yang patah, baik di akhir maupun di awal. Beberpa penulis menggunakan bahasa gaul/ slang untuk memperkuat humornya
contoh : Jomblo, Cinta Brontosaurus, Sketsa
6. Puisi
Puisi adalah salah satu jenis karya sastra dengan gaya bahasa yang sangat ditentukan oleh irama, rima, serta susunan larik dan bait. Penulisan puisi dilakukan dengan bahasa yang cermat dan pilihan kata yang tepat, sehingga meningkatkan kesadaran orang akan pengalaman dan memberikan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan pemaknaan khusus. Puisi mengandung seluruh unsur sastra di dalam penulisannya. Perkembangan dan perubahan bentuk dan isi pada puisi selalu mengikuti perkembangan selera, perubahan konsep estetika dan kemajuan intelektualisme manusia. Puisi mampu membuat ekspresi dari pemikiran yang mempengaruhi perasaan dan meningkatkan imajinasi panca indra dalam susunan yang berirama. Penyampaian puisi dilakukan dengan bahasa yang memiliki makna mendalam dan menarik. Isi di dalam puisi merupakan catatan dan perwakilan dari pengalaman penting yang dialami oleh manusia. (Sumber Deskripsi Puisi: Wikipedia)
