Siklus Akuntansi & Pelaporan Keuangan

Laporan Keuangan

        Proses akuntansi yang dijelaskan oleh Kieso, et.all   (2011:86) dalam bukunya yang berjudul Intermediate Accounting bahwa terdapat 9 (sembilan) proses akuntansi atau dapat disebut  juga  siklus akuntansi karena dilakukan berulang dengan  tahapan yang  sama  dan  harus  dilakukan  oleh  setiap  entitas  dalam mempersiapkan  laporan keuangan. Berikut  gambar  dari  proses  akuntansi  yang  harus  dilakukan  dalam  menyiapkan laporan keuangan:

Pada  dasarnya  laporan  keuangan merupakan  hasil  akhir  dari  kegiatan  usaha  yang  dijalankan  apakah menggambarkan  kondisi  keuangan  perusahaan  yang  sehat atau  tidak,  dan  dapat  digunakan  sebagai  sumber  informasi  bagi  pihak pihak  yang berkepentingan, baik itu pihak internal maupun pihak eksternal.

Pengertian Laporan Keuangan

        Pada dasarnya  laporan keuangan merupakan hasil  akhir dari kegiatan usaha yang  dijalankan  apakah menggambarkan  kondisi  keuangan  perusahaan  yang  sehat atau tidak, dan dapat digunakan sebagai sumber informasi bagi pihak eksternal. Pengertian  laporan  keuangan  menurut  Ikatan  Akuntan  Indonesia  (IAI dalam Standar  Akuntansi  Keuangan  (2012:2)  tentang  Kerangka  Dasa Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan adalah sebagai berikut:

“Laporan  keuangan merupakan  bagian dari  proses  pelaporan  keuangan Laporan  keuangan yang  lengkap biasanya meliputi  neraca,  laporan  laba  rugi laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya, sebagai laporan arus kas atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain  serta  materi  penjelasan  yang  merupakan  bagian  integral  dari  laporan keuangan. Disamping  itu  juga  termasuk  skedul dan  informasi  tambahan yang berkaitan  dengan  laporan  tersebut,  misalnya,  informasi  keuangan  segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga.”

Menurut  PSAK No.1  (2009), mengungkapkan  bahwa  “Dalam  rangka mencapai  tujuan  laporan  keuangan,  laporan  keuangan menyajikan  informas mengenai entitas yang meliputi: aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban termasuk  keuntungan  dan  kerugian,  kontribusi  dari  dan  distribusi  kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik dan arus kas”.

Laporan Keuangan

Pengertian Laporan Keuangan

          Laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi keuangan suatu perusahaan  mengenai  posisi  keuangan  apakah  keuangan  perusahaan  dalam keadaan  baik  atau  sebaliknya.  Informasi  dalam  laporan  keuangan  ini  dapat membantu  pihak-pihak  yang  berkepentingan  sebagai  pertimbangan  dalam pengambilan  keputusan.  Pengertian  laporan  keuangan  menurut  Ikatan  Akuntan Indonesia dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) (2009:1):  Laporan keuangan meliputi bagian dari proses laporan keuangan. Laporan keuangan  yang  lengkap  biasanya  meliputi  neraca,  laporan  laba  rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai  cara misalnya,  sebagai  laporan  arus kas/laporan arus  dana),  catatan  dan  laporan  lain  serta  materi  penjelasan  yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Menurut Kasmir (2016:7), pengertian laporan keuangan adalah: Laporan  yang  menunjukkan  kondisi  keuangan  perusahaan  pada  saat  ini atau dalam suatu periode tertentu.”  Menurut Fahmi (2012:21), pengertian laporan keuangan adalah: Suatu  informasi  yang  menggambarkan  kondisi  laporan  keuangan  suatu perusahaan  dan  lebih  jauh  informasi  tersebut  dapat  dijadikan  sebagai gambaran kinerja keuangan perusahaan tersebut.  Berdasarkan  pengertian  di  atas,  dapat  disimpulkan  bahwa  Laporan keuangan  pada  umumnya  meliputi  Neraca,  Laporan  Laba/Rugi,  Laporan Perubahan  Ekuitas,  Laporan  Arus  Kas  dan  Catatan  atas  Laporan  Keuangan. Laporan  Keuangan  tersebut  merupakan  suatu  bentuk  laporan  yang

menggambarkan  kondisi  keuangan  perusahaan,  perkembangan  perusahaan  dan hasil usaha suatu perusahaan pada jangka waktu tertentu.

Tujuan Pembuatan atau Penyusunan Laporan Keuangan

          Tujuan utama pembuatan dan penyusunan laporan keuangan adalah untuk  memberikan  informasi  yang  berguna  bagi  pihak  yang  berkepentingan  dalam pengambilan suatu keputusan.  Menurut  Ikatan  Akuntan  Indonesia  (2009:3),  tujuan  laporan  keuangan adalah: menyediakan  informasi  yang menyangkut  posisi  keuangan,  kinerja,  serta perubahan  posisi  keuangan  suatu  perusahaan  yang  bermanfaat  bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Menurut Fahmi (2011:28), tujuan utama dari laporan keuangan adalah: Memberikan  informasi  keuangan  yang mencakup  perubahan  dari  unsur-unsur  laporan  keuangan  yang  ditujukan  kepada  pihak-pihak  lain  yang berkepentingan  dalam  menilai  kinerja  keuangan  terhadap  perusahaan  di samping pihak manajemen perusahaan. Menurut  Kasmir  (2016:11),  tujuan  pembuatan  atau  penyusunan  laporan keuangan adalah:

  1. Memberikan  informasi  tentang  jenis  dan  jumlah  aktiva  (harta)  yang  dimiliki perusahaan pada saat ini.
  2. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki perusahaan pada saat ini.
  3. Memberikan  informasi  tentang  jenis  dan  jumlah  pendapatan  yang diperoleh pada suatu periode tertentu.
  4. Memberikan  informasi  tentang  jumlah  biaya  dan  jenis  biaya  yang dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu.
  5. Memberikan  informasi  tentang  perubahaan-perubahan  yang  terjadi terhadap aktiva,pasiva dan modal perusahaan.
  6. Memberikan  informasi  tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode.
  7. Memberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan keuangan.
  8. Informasi keuangan lainnya.

Berdasarkan  pendapat  para  ahli  diatas,  dapat  disimpulkan  bahwa  tujuan laporan keuangan adalah:

  1. Informasi  posisi  laporan  keuangan  yang  dihasilkan  dari  kinerja  dan aset  perusahaan  sangat  dibutuhkan  oleh  para  pemakai  laporan keuangan,  sebagai  bahan  evaluasi  dan  perbandingan  untuk  melihat dampak  keuangan  yang  timbul  dari  keputusan  ekonomis  yang diambilnya.
  2. Informasi  keuangan  perusahaan  diperlukan  juga  untuk  menilai  dan meramalkan  apakah  perusahaan  di masa  sekarang  dan  di masa  yang akan datang sehingga akan menghasilkan keuntungan yang sama atau lebih menguntungkan.
  3. Informasi  perubahan  posisi  keuangan  perusahaan  bermanfaat  untuk menilai aktivitas  investasi, pendanaan dan operasi perusahaan selama periode  tertentu.  Selain  untuk  menilai  kemampuan  perusahaan, laporan  keuangan  juga  bertujuan  sebagai  bahan  pertimbangan  dalam pengambilan keputusan investasi.

Bentuk-bentuk Laporan Keuangan

Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. (Revisi 2009:1.6) laporan keuangan lengkap terdiri dari:

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Laporan posisi keuangan adalah laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang serta modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Jadi, tujuan laporan posisi keuangan adalah untuk menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu tanggal tertentu, biasanya pada waktu di mana buku-buku ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir tahun fiskal atau tahun kalender, sehingga laporan posisi keuangan sering disebut dengan Balance Sheet. Dalam laporan posisi keuangan disajikan berbagai informasi yang berkaitan dengan komponen yang ada di laporan posisi keuangan. Menurut Kasmir (2008:8), secara lengkap informasi yang disajikan dalam neraca meliputi:

1. Jenis-jenis aset atau harta yang dimiliki;

2. Jumlah rupiah masing-masing jenis aset atau harta (assets);

3. Jenis-jenis kewajiban atau hutang (liability);

4. Jumlah rupiah masing-masing jenis kewajiban atau hutang (liability);

5. Jenis-jenis modal (equity);

6. Jumlah rupiah masing-masing jenis modal

Leave a comment