3 Cara Mudah Menulis Puisi

            Siapa sih yang tidak suka dengan kata-kata yang indah? Susunan kalimat yang pas dan berujung dengan rima yang seirama. Puisi merupakan salah satu jenis tulisan fiksi yang digemari, terlebih di era sekarang ini di mana puisi dimusikalisasikan, lirik-lirik lagu dibuat dengan diksi yang memanjakan telinga, tak lupa juga membuat pendengarnya menumbuhkan angan-angan. Sebut saja Fourtwenty, Tulus, Dewi Lestari dan beberapa musisi lainnya yang sukses membawa khazanah puisi masuk ke dunia musik.

            Puisi sebenarnya punya beberapa jenis, diantaranya; pantun, gurindam, syair, talibun, balada, dan romansa. Viralnya pergerakan musisi independen dengan lirik lagu yang penuh sajak dan majas memunculkan sebuah sebutan baru bagi penikmat musik-puitis ini. Anak Senja, sebab genre yang dibawakan penuh dengan notasi musik yang lembuh, syahdu, dan entah kenapa sering di unggah ke sosial media bersama pemandangan senja.

            Nah, buat kalian yang ingin tahu bagaimana tulisan-tulisan indah itu diciptakan, berikut ada beberapa tips yang bisa kalian ikuti.

1. Bangun Kepekaan Pada Diri Sendiri dan Lingkungan

            Layaknya tulisan-tulisan lain yang menjadi media untuk mengutarakan pikiran (atau perasaaan), demikian pula dengan puisi. Sebagai sebuah media mengaktualisasikan diri, tentu puisi harus punya muatan pikiran dan emosi yang cukup supaya ia memiliki nilai untuk memberikan pesan kepada orang lain mengenai sebuah pikiran atau sudut pandang tertentu. Untuk dapat mengisi puisi dengan pesan emosional dan pikiran yang memadai maka penulisnya juga harus memahami pikiran dan kondisi emosional mana yang hendak dia sampaikan, bagaimana pikiran-pikiran atau perspektif itu dibentuk dan disebabkan oleh apa, dengan memahami sumber energi puisi (yaitu pikiran dan emosional) maka penulis sudah mempunyai satu modal yang cukup.

2. Membaca

            Setelah tahu apa isi kepala dan perasaan kita maka kita harus menuangkannya ke sebuah tulisan. Mengekspresikan pikiran-pikiran itu ke dalam sebuah struktur puisi. Untuk dapat menyusun diksi-diksi yang bagus di dalam puisi tentu kita harus punya referensi yang cukup, sehingga susunan kata yang kita pakai punya keberagaman yang luas. Puisi seringkali ditulis dalam kalimat-kalimat yang singkat, tentu sangat tricky jika perbendaharaan kita itu-itu saja, kan?. Referensi buku yang dibaca dapat beragam, tergantung gaya puisi penulisnya, jika suka romans bisa baca Seno Gumirah Ajidarma atau Sapardi Djoko, seandainya ingin menulis satire bias merujuk Chairil Anwar dan WS Rendra.

Perkaya pikiranmu dengan kosa kata yang beragam, supaya dalam proses kreatif penulisan puisi kita jadi punya pilihan diksi yang melimpah, layaknya pelukis yang punya pengetahuan mengenai spektrum warna pada karya lukisnya, demikian pula pusi dan kosa kata penulis.

tips menulis puisi

3. Mulai Menulis!

Sebaik-baiknya ide adalah ide yang dikerjakan. Puisi tidak akan bisa hadir ke tangan pembaca jika tidak ditulis, maka jika ingin mebuat sebuah puisi yang bagus berlatihlah menulis, tuliskan apapun dan baca kembali tulisan-tulisan itu, dengannya maka kita akan membangun kepekaan terhadap tulisan kita, memahami ritme dan rima yang tidak sejalan dengan pakem puisi. Memahami bahwa ada majas atau pilihan kata yang tidak sesuai dengan runtut puisinya. Dengan menulis dan membacanya kembali maka kita telah belajar untuk memperbaiki tulisan-tulisan kita.

Leave a comment