Tips Menulis Jurnal

            Publikasi artikel ilmiah sudah menjadi kewajiban bagi civitas akademika saat ini. Baik dari dosen hingga mahasiswa diharuskan untuk mempunyai setidaknya satu publikasi jurnal ilmiah, kriterianya beragam, dari publikasi karya skripsi/ tesis yang diparafrasa menjadi jurnal, hingga menulis untuk jurnal ilmiah internasional. Hal ini tentu menjadi kendala bagi sebagian orang, apalagi ketika keharusan untuk publikasi itu diwajibkan untuk jurnal-jurnal dengan nilai akreditasi yang tinggi. Sebagai seorang civitas akademika, penulis ingin berbagi beberapa tips yang penulis gunakan supaya dapat produktif dalam menulis jurnal ilmiah.

1. Membaca

            Membaca adalah syarat wajib yang harus dipenuhi oleh setiap penulis atau seseorang yang mau menulis sebuah karya –apapun itu-. Sebuah karya tulis tidak muncul dari ruang kosong bernama angan-angan, ia diciptakan melalui pengetahuan, gagasan, struktur berpikir, kegelisahan, dan kesungguhan, kesemuanya dapat dibentuk melalui satu langkah awal: membaca. Dengan membaca khazanah kita tentang topik-topik penelitian akan bertambah, melalui membaca kita juga belajara memahami bagaimana menyusun kalimat dan kata-kata dengan baik, melalui membaca pula kita jadi punya bahan rujukan yang mapan untuk proses pengujian pada model riset yang akan kita tulis.

2. Fokus Pada Satu Topik

            Tujuan dari sebuah artikel ilmiah adalah untuk menginformasikan sebuah hasil riset yang bermanfaat untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Pada suatu problem pendekatan penyelesaian bisa beragam, apalagi bagi orang-orang yang berada di rumpun ilmu sosal, yang seringkali dihadapkan pada persoalan yang multipespektif. Sebagai seorang penulis, sebaiknya kita fokus dengan satu topik saja, satu sudut pandang yang paling kita kuasai yang nantinya digunakan untuk mengupas permasalahan ilmiah dalam artikel kita. Sebagai contoh, saya adalah seorang akuntan yang mendalami akuntansi dalam perspektif islam. Maka, artikel saya hanya akan fokus pada satu topik saja, yaitu membahas akuntansi dalam perspektif islam, dengan demikian referensi yang saya ambil dan metodologi riset yang saya gunakan akan menyesuaikan dengan satu topik tersebut. Hal ini akan menjadi lebih efektif sekaligus efisien, karena kita membahas sesuatu yang memang sudah menjadi keahlian kita.

3. Problem yang diangkat Mempunyai Relevansi dengan Masyarakat

            Sekalipun riset ilmiah seringkali bersifat value free dan trial and error khususnya pengembangan teknologi dan metode terbarukan, menjadi sulit tentunya untuk menulis sebuah artikel yang mempunyai horizon waktu yang luas sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap informasi. Namun setidaknya, sebuah jurnal ilmiah adalah respon dari fenomena yang ada di masyarakat/ lingkungan sekitar, sebagai contoh:

Masyarakat sekarang dihadapkan pada kemudahan akses fasilitas keuangan, khususnya yang berbasis teknologi seperti pinjol. Namun pada saat yang bersama pinjaman online itu memberikan bunga yang tinggi.

Dengan fokus topik akuntansi islam sebagaimana yang ditulis pada poin sebelumnya, maka fenomena itu dapat diteliti sehingga menghasilkan sebuah artikel ilmiah sebagai berikut;

  1. Pinjol dalam Perspektif Syariah
  2. Menciptakan Pinjaman Online Berbasis Syariah
  3. Pinjol dan Ketimpangan Sosial pada Akses Pembiayaan

Dengan fokus pada kebutuhan informasi masyarakat tentang suatu pengetahuan, maka jurnal ilmiah yang kita tulis tidak hanya menjadi syarat admisnitratif semata namun juga memberikan manfaat bagi para pembacanya, sekaligus dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan.

            Demikian tips menulis jurnal ilmiah ini. Jangan takut untuk menulis, karena sebetulnya menulis itu mudah.

Leave a comment